5 Tips Menggunakan Google Map Yang Akan Membantu Kamu Traveling Dimana Saja

Melakukan Traveling adalah hal biasa sekarang. Dengan kemurahan dan kemudahan membeli tiket (baik pesawat, bus, kereta, dll) maka hampir siapa saja bisa Traveling ke mana saja dengan harga yang jauh lebih murah daripada Traveling yang dilakukan 10 tahun lalu.

Internet memang membuat segala aspek Traveling menjadi lebih mudah. Misalnya saja dulu ketika harus mengeksplorasi sebuah kota maka kamu butuh Map untuk tahu letak-letak tempat yang layak dikunjungi.

Kebayang kan riwehnya bawa selebaran Map kemana-mana dan gak tahu posisi kita dimana?

Lalu datanglah teknologi dari Google bernama Google Map. Sekarang kamu tidak butuh lagi Map fisik untuk mengetahui lekuk-lekuk dan sudut jalan di sebuah kota.

Kamu langsung tahu sedang berada di jalan apa, dan jalur menuju ke tujuan yang ingin didatangi, bahkan sekarang kamu bisa tahu seberapa lama kamu akan sampai di tempat tujuan berdasarkan laporan kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur.

Ini benar-benar gak kebayang kan 10 tahun lalu?

Google Map membuat kamu seolah-olah mengerti isi kota padahal mungkin saja belum pernah ke tempat tersebut. Bahkan ada novelis yang memakai Google Map sebagai referensi setting lokasi ceritanya.

Begitu banyaknya manfaat Google Map saat Traveling, dan saya punya tips memakainya agar kamu bisa menjadi seorang pelancong yang seolah warga lokal.

1. Download Map Offline

1 masalah besarnya adalah Google Map ini butuh koneksi Internet untuk loading Peta dan jalurnya. Ketika kamu traveling ke luar Indonesia maka kamu sudah pasti diriwehkan dengan hal ini karena jika ingin hemat maka kamu harus beli kartu baru di tempat tujuan atau beli paket Internet yang bisa dibilang enggak murah.

Sebagai gambaran saja kalau memilih memakai paket roaming, untuk traveling sekitaran Asia dan Australia kamu mesti merogoh kocek sekitar Rp.275.000 untuk paket Internet dengan kuota 750 MB selama 3 hari  (sumber bisa dicek disini).

Untuk Eropa lebih mahal lagi, 1 hari cuma dapat 500MB dan harus bayar Rp.400.000, bisa menjebol kantong bagi kalangan Backpacker.

Yang pasti dikhawatirkan saat traveling adalah bingung arah tujuan walaupun sudah membaca Map fisik. Atau mungkin saja kamu butuh Google Map untuk mencari jalur ke hotel yang dipesan, dan akan menambah masalah ketika kamu tiba di pagi buta di negara tujuannya (oke, ini sebenarnya kejadian pribadi) dimana tidak banyak orang bisa ditanyai di jalan.

Saya tahu sudah banyak orang yang memakai Google Map, tetapi saya yakin tidak semua orang tahu kalau petanya bisa didownload offline kan? pasti kamu bertanya, bukannya GPS butuh internet? lalu jika offline sudah bisa nunjukin arah, buat apa dong pakai internet saat memakai Google Map?

Kalau dijelaskan teknis akan panjang, saya akan jelaskan dengan singkat dan sederhana saja :

Cara Kerja Location Service
Global Positioning System(GPS) ada di hampir semua smartphone saat ini dan untuk mengoperasikannya kamu tidak perlu ada koneksi internet atau selular. GPS akan memberi kamu lokasi yang akurat asalkan kamu berada di luar ruangan atau ruangan tertutup yang dindingnya tidak terlalu tebal (mobil atau kereta contohnya) agar satelit di atas sana bisa menjangkau kamu dengan mudah.

Artikel lainnya :   Begini Cara Agar Gak Kehilangan Kontak Setiap Ganti Smartphone

source : http://www.avionicswest.com

Lah internet dan hidupin selular gunanya apa dong? ada kok ada. Jadi dalam menentukan posisinya ini kadang GPS gak terlalu akurat karena setiap GPS yang ditanamkan ke smartphone itu akurasinya beda-beda.

Oleh karena itu GPS butuh bantuan selular dan internet untuk memastikan dengan koordinat yang lebih presisi dimana lokasi kamu. Bantuan penentuan lokasinya ini diassist oleh tower-tower selular dan secara teknis ini dinamai A-GPS (Assisted GPS)

source : http://im.tech2.in.com

Puyeng? yaudahlah, kita langsung saja ke cara mendownload Google Map offline..

Pastikan kamu ada koneksi internet yang lumayan cepat, kalo mau hemat silahkan buru wifi gratisan. Buka aplikasi Google Map yang terinstall di Smartphone kamu, lalu search nama kota/daerah yang ingin didownload peta offline nya.

Pada contoh, saya akan memakai Athina/Athens. Ketika sudah mendapatkan hasil pencariannya, silahkan pilih menu Offline Areas – Custom Area lalu pilih Download. Untuk jelasnya lihat video di bawah ini :

Koneksi lemot? lihat urutan gambar ini :

2. Intip lokasi memakai Google Street

Google biasanya sudah berkeliling-keliling di semua kota besar di seluruh dunia. Walaupun saya tidak pernah mendaftar kota-kota yang dilewati Google, tetapi setidaknya saya bisa jadikan kota Atambua, sebuah kota di perbatasan NTT dan Timor Leste menjadi acuan seberapa jauh Google Street menjelajah.

Maksudnya begini, masak Atambua saja yang jalan utamanya sudah dilewati Google tetapi kota lebih besar dari Atambua tidak?

Dengan Google Street, kamu bisa mengintip dahulu tempat yang akan dituju. Setidaknya kamu mengetahui bagaimana bentukan tujuan yang akan kamu cari.

Sebagai contoh hotel, beberapa hotel backpacker biasanya memiliki tempat yang menyerupai ruko dan kadang plang namanya sangat kecil sehingga susah terlihat oleh mata.

Ketika di Roma, saya mengintip terlebih dahulu Apartemen yang saya sewa. Sebenarnya alamat apartemen yang dituju sih sudah jelas, tetapi saya tidak mau jalan ngalur ngidul di jalanan sepi Roma ditambah lagi dilakukan di malam hari.

Dengan memakai Google Street, saya tahu yang mana apartemen yang dimaksud. Tinggal buat rutenya atau labeli lokasinya, lalu jalan kaki ke tempat tersebut sambil melihat gambar yang sesuai kamu lihat di Google Street.

3. Labeli/tandai titik-titik penting

Saya sempat menyebut “label” pada tips sebelumnya. Google Map punya fitur labeling dan save yang hasilnya nanti bisa diakses di Menu “Your Places”. Jadi kamu bisa menambah label atau menyimpan sebuah titik lokasi.

Fungsi keduanya tidak begitu jauh, walaupun pada label kamu bisa menamai titik lokasi sedangkan saat “save” lokasi maka kamu bisa memilih 1,2 atau semua dari 3 kategori yang diberikan yaitu Favorites (berlogo hati), Want to go (berlogo tag), dan Starred Place (berlogo bintang).

contoh map yang sudah ditandai

Pada menu save, kamu juga bisa menambahkan kategori sendiri dan bisa dinamai juga sesuka hati. Semua titik lokasi yang kamu tandai akan terlihat di Menu Your places.

Kamu tinggal sentuh beberapa saat titik yang mau dilabeli/save, lalu pilih Dropped Pin dan tambah Label atau Save dengan kategori.

Silahkan cek video saya untuk lebih jelasnya :

Artikel lainnya :   What's On My Mac : 5 Aplikasi Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi Kamu

Bagaimana pemanfaatannya?

Pertama, jika kamu sedang dalam tour dan tour leader menentukan titik bertemu di akhir jam jalan-jalan, maka kamu bisa menandai titik lokasinya (sebaiknya labeli bukan di save). Dengan begitu pada jam ditentukan, tidak ada lagi istilah kebingungan mencari titik pertemuan.

Kedua, sebelum pergi ke sebuah lokasi atraksi/wisata maka silahkan tandai semua lokasi-lokasi yang akan didatangi.

Setelah ditandai, kamu bisa melihat sendiri ke tempat atraksi/wisata mana yang bisa didahulukan (kalau tidak terikat jam) lalu berikutnya ke lokasi mana akan berpindah.

Hal ini membuat waktu yang dihabiskan menjadi lebih efektif ketimbang berkeliling tidak jelas.

Ketiga, kalaupun kamu pada akhirnya harus naik transportasi semacam ojek atau taksi, maka akan langsung kelihatan apakah kamu semakin mendekati titik yang kamu tandai atau malah dibawa muter-muter.

Gampangnya kamu bisa membuat rute juga ke titik yang ditandai dan bisa minta drivernya sesuai jalur.

Penting untuk diketahui bahwa jika kamu memakai Google Map Offline maka satu-satunya fitur yang bisa digunakan hanya “save”, sedangkan fitur labeling membutuhkan koneksi internet. Tetapi hal ini tidak masalah karena kan intinya adalah menandai lokasi yang akan dituju.

4. Pertimbangkan jarak menginap dan tempat yang akan dikunjungi

Sebelum memesan tempat menginap, sebaiknya selidiki dulu aksesnya ke tempat atraksi/wisata yang akan dikunjungi. Hal ini penting agar kamu tidak membuang waktu liburan dengan capek-capek membeli hotel murah meriah tetapi ternyata susah mencari transportasi ke tempat atraksi/wisata nya.

Cara mengeceknya gampang saja, sebelum pergi silahkan cek direction dari hotel ke tempat atraksi/wisata. Kamu akan mengetahui berapa lama waktu naik taksi, transportasi umumnya, atau bahkan jalan kaki.

Kalau bisa sih tempat-tempat atraksi/wisatanya bisa dijangkau dengan jalan kaki yang jaraknya 1 Km(lebih dari itu menurut saya masuk kategori jauh) . Atau setidaknya tempat yang akan dituju dilewati transportasi umum.

5. Perhatikan warna jalur untuk perkiraan tiba

Ini yang sering saya gunakan kalau lagi mengira-ngira waktu. Petunjuk arah titik A ke B di Google Map sudah dilengkapi dengan informasi kemacetan yang terjadi di sepanjang jalur.

Penting dilihat jika kamu memakai mobil atau motor ke tempat tujuan yang dibatasi waktu seperti bandara, terminal, stasiun, atau atraksi yang dimulai pada jam tertentu.

Lalu jika sudah tahu perkiraan waktu tempuhnya, apa yang bisa dilakukan? kamu bisa berangkat lebih cepat atau bisa melihat rute-rute yang jalannya lebih lengang sehingga kamu tidak akan terlambat sampai ke tujuan.

Kesimpulan

Sudahkah kamu menonton film “Lion” yang dibintangi Dev Patel? film ini bercerita bagaimana Saroo(Dev Patel) seorang anak adopsi keluarga Australia berhasil mencari tempat lahirnya dulu di Kalkuta dengan bantuan Google Earth. Ini diangkat dari kisah nyata dan membuktikan bahwa hanya dengan Tools Google, kamu bisa menemukan apa saja di dunia.

Bagi kamu yang tukang jalan, Google Map seharusnya bisa kamu manfaatkan semaksimal mungkin agar perjalanan kamu jadi lebih nyaman. Tentu jangan lupa juga “GPS” tipe lain untuk mencari jalan jika ternyata baterai smartphone habis yaitu Gunakan Penduduk Setempat.

Masih beranggapan jalan-jalan di era teknologi ini rumit? selamat! sekarang kamu sudah tahu bahwa Smartphone yang kamu pegang tidak akan membiarkanmu tersesat di Negara antah berantah.

Leave a Reply