Behind The Scene #1 : Apa Saja Yang Saya Pakai Membangun Blogstuff?

Saya ngeblog dari tahun 2009, tetapi saat itu memakai blogspot dan belum kenal sama sekali dengan hosting, domain, dan tetek bengeknya.

Sampai hari ini saya masih ngeblog, tentu dengan ilmu yang jauh berbeda dengan 2009 silam. Jika pada 2009 saya hanya memakai blogspot gratisan dan tanpa domain komersil, hari ini saya sudah memakai domain komersil plus hosting bulanan.

Blog ini sederhana dan elegan? iya, karena memang bertahun-tahun saya terus secara konsisten mengikuti dunia WordPress dan coba-coba berbagai macam plugin lalu menerapkannya di blog yang sekarang ini.

Oke, kamu tidak perlu bertahun-tahun belajar membuat blog. Saya akan membuka rahasia apa saja yang saya pakai untuk membangun blog ini.

Seperti yang kamu tahu, setiap blogger juga biasanya punya tools favoritnya masing-masing. Kali ini saya akan membagikan apa saja yang saya pakai.

#1 Hosting : Hawkhost

hawkhost

Hosting ini lambangnya mejeng di blog, sudah pasti saya memakai Hawkhost. Saya memakai Shared hosting paket profesional dengan harga 9,99$/bulan.

Spesifikasi ini sudah unlimited alias space tak terbatas, bandwith tak terbatas, email tak terbatas, add on domain tak terbatas, dll.

Walau segalanya tak terbatas tetapi saya sih yakin kalau traffic sudah lebih besar dari 20 ribu sehari biasanya ada masalah.

Tetapi sebelum hawkhost saya pernah memakai hosting lokal dan hosting luar lainnya dengan paket yang mirip. Keduanya memberi saya pengalaman yang buruk, hosting lokal loading time nya terasa lama dan hosting luar yang lain itu malah sering down gegara traffic menyentuh 10ribu unique visitors sehari.

Layanan Tiket

Hawkhost sangat responsif dan membantu, karena terkadang hosting lain juga sama responsifnya tetapi gak membantu menyelesaikan masalah.

Saya pernah bingung memindahkan file teman dari hosting lamanya ke hawkhost, saya mengalami sedikit kendala singkronisasi domain dan hosting.

Saya meminta bantuan via tiket ke Hawkhost agar dibantu memindahkan file teman saya tersebut, hasilnya hanya kurang dari sehari tiket saya dibalas dan ditindaklanjuti.

Waktu respon yang cepat membuat saya betah di Hawkhost karena setidaknya jika ada masalah, jadi tidak perlu panik.

Ada sekitar 10 blog saya yang ada di Hawkhost dan sampai sekarang belum pernah terkena masalah-masalah aneh.

#2 Domain : Rumahweb

rumahweb

Untuk domain saya lebih senang berurusan dengan RumahWeb, alasannya sedikit subyektif kalo yang ini. Rumahweb dulu memberikan trial selama seminggu untuk belajar hosting dan domain, maka dari itu pembelian pertama hosting dan domain saya adalah di RumahWeb.

Selain itu, harga domain jika dirupiahkan biasanya lebih murah membeli di penyedia lokal daripada luar negeri.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, RumahWeb juga sudah banyak memperbaiki layanannya terutama dari segi fitur dan user interface.

#3 CMS : WordPress

wordpress

Tidak perlu ditanya, pilihan CMS saya untuk ngeblog jelas adalah WordPress. Ada seribu alasan untuk memakai WordPress. Tetapi dulunya saya adalah pengguna setia blogspot lho.

Selama di blogspot sebenarnya saya sudah tahu bahwa WordPress sangat istimewa dan oleh karena itu banyak dipakai oleh para blogger terkenal.

Saat itu juga sudah muncul sebuah pakem bahwa jika ingin menguangkan blog, maka pilihan terbaiknya adalah memakai WordPress.

Saya akhirnya mencoba belajar WordPress secara offline, dilanjutkan dengan membuat blog perdana saya memakai WordPress dan akhirnya keterusan sampai sekarang.

Alasan monetisasi itu ternyata bener banget, tetapi jika kamu ingin mengetahui alasan lainnya saya beralih dari blogspot ke WordPress silahkan membaca post saya berjudul “5 alasan saya meninggalkan Blogger

#4 Theme : Divi

divi

Impian saya adalah memiliki sebuah blog pribadi yang isinya bermutu dan tampilannya profesional.

Belum banyak blogger lokal yang memiliki blog dengan tampilan yang oke dan isinya daging (istilah materi yang bermutu banget).

Untuk isinya, saya merelakan blog ini tidak terlalu update tetapi tulisan saya tidak boleh sembarangan. Lalu berikutnya, untuk tampilan saya tentu harus memilih sebuah tema yang premium.

Setelah lama berpikir, saya akhirnya memilih Theme Divi (saya akan menjelaskan step by step di artikel lainnya).

Terus terang, theme ini saya dapatkan gratis dari pemberian cuma-cuma seorang teman bisnis yang juga sebelumnya pernah memberi saya iPhone dan MacBook karena sebuah kerjasama di dunia digital.

#5 List Plugin

plugin WordPress

Lalu inilah list plugin yang saya pakai di blog ini :

  1. SEO Yoast : plugin untuk SEO di setiap page/post
  2. Bloom : plugin untuk form email subscribe (dari Divi)
  3. Monarch : plugin untuk share social media (dari Divi)
  4. Google Analytics : plugin untuk mengecek traffic harian
  5. Updraft : plugin backup blog WordPress
  6. Google XML Sitemap : plugin untuk submit sitemap blog
  7. Pretty Links Lite : plugin untuk menyingkat link (bagus untuk affiliasi)
  8. WP Shortcode : plugin untuk membuat kustomisasi pada teks di artikel dengan shortcode

#6 Logo Design

fiverr

Selain blog yang benar-benar terlihat profesional, saya juga ingin punya logo gak sekedar logo. Urusan begini ya tentu saya tidak bisa membuatnya sendiri. Konsep mungkin dari saya, tetapi eksekusi silahkan berikan ke para profesional.

Dimana saya mencari profesional untuk menerjemahkan keinginan saya? sejauh ini saya masih percaya pada fiverr.com.

Biasanya saya cari orang dari Indonesia agar hal yang saya inginkan tersampaikan dengan baik. Dalam 3 hari, logo yang saya konsep sendiri sudah diterjemahkan menjadi logo yang cukup oke.

#7 Extra

1 hal yang pasti tidak ada kata berhenti belajar blogging karena saya sampai saat ini juga masih selalu mencoba belajar dari 1 hal ke hal yang lain.

Teknologi WordPress juga dari hari ke hari selalu diupdate, yang tentu membuat penggunanya mesti terus mengamati apa yang harus dilakukan.

Kalau kamu sering blogwalking ke para profesional di bidang blogger, niscaya kamu akan semakin terbiasa dan mengerti bagaimana sih user interface yang bagus untuk sebuah blog pro.

Selain itu, tulisan-tulisan blog profesional patut kamu simak karena mereka menulis biasanya tak pernah setengah-setengah.

Berikut list top blogger yang menurut saya patut kamu kunjungi :


Pada Behind The Scene berikutnya, saya akan membahas detail bagaimana setting Divi untuk blog ini.

Satu hal, kamu tidak perlu mengikuti persis apa yang saya pakai di blog ini, silahkan sesuaikan dengan keadaan masing-masing baik dari preferensi ataupun finansial.

Intinya kalau kamu ingin mulai ngeblog serius, kamu sharus mulai belajar satu-satu misalnya tentang apa itu domain, apa itu CMS WordPress, cara install WordPress, dll.

Salam Blogging

Pin It on Pinterest

Shares
Share This