Domain 101 : Apa Itu Domain dan Bagaimana Domain Bekerja?

source gambar : https://www.nusa.net.id

Sebelumnya saya sering banget mendengar joke receh dengan hashtag ini : Ngarep.com , sayalucu.com , dll.

Pertanyaannya? terpikirkah kamu mempunyai domain sendiri? 9 tahun lalu saya mencoba memahami apa itu domain dengan cara praktek langsung beli domain.

Blog lama saya di http://lookj.blogspot.com saya ubah menjadi www.look-j.com (oke, domainnya sebenarnya gak catchy banget) demi merasakan gimana rasanya pakai domain komersil.

Efeknya apa? efeknya ke psikologis aja sih dulu, saya merasa bangga punya domain komersil “.com”.

Anyway, untuk beberapa orang mungkin belum tahu bagaimana domain bekerja, atau emang enggak peduli. Cuma begini, jika kamu mengetahui bagaimana dan apa itu domain maka kamu bisa mengerjakan semuanya sendiri dari beli domain, hosting, sampai dengan settingnya.

Bagi saya, mengerjakan sesuatunya sendiri dalam blogging adalah sebuah kenikmatan HQQ šŸ˜› .Bagi kamu yang tertarik mengurusi domain dan mengetahui filosofinya, mari kita mulai..

Apa sih Domain?

Domain adalah alamat sebuah website yang akan orang-orang ketikkan url nya di URL bar sebuah browser.

Kira-kira lengkapnya begini..

Di era Internet setiap komputer terhubung satu sama lain melalui jaringan global (melalui kabel tentunya). Setiap komputer dari seluruh penjuru dunia bisa terhubung.

Untuk mengidentifikasinya, setiap komputer akan memiliki sebuah IP berupa sebuah seri angka yang bisa mengidentifikasi setiap komputer dengan unik. Kira-kira begini bentukannya

66.249.66.1

Gampang diingat? tentu tidak, oleh karena itulah domain ditemukan untuk memecahkan masalah ini. Kamu tentu lebih ingat google.com ketimbangĀ 74.125.24.113 kan? (Real IPnya Google).

Hari ini kamu tidak perlu repot-repot mengetik alamat IP tersebut di address bar karena kamu cukup mengetik blogstuff.co maka kamu akan diarahkan ke blog ini.

Kalau kamu masukkan alamat domain ke address bar, apa saja yang terjadi?

Browser akan melakukan permintaan ke server global yang akan membentuk Domain Name System. Setelahnya server ini akan mencari “nameserver” yang terkait dengan domain lalu meneruskannya ke server terkait sesuai “nameserver” yang dicari.

Contohnya saya memakai hosting di hawkhost, informasi nameserver-nya akan seperti ini :

ns1.hawkhost.com
ns2.hawkhost.com

Nameserver ini dikelola oleh penyedia hosting. Request lalu diteruskan ke komputer dimana data-data website ditaruh.

Nah komputer ini disebut web server, biasanya disana terinstall software seperti Apache, Nginx, dll. Web server ini mengambil situsnya sesuai request dan memberikannya kembali ke Browser. Disanalah kamu akhirnya bisa membuka web yang diinginkan

Apa sih bedanya Domain dan Web Hosting?

Domain tentu saja adalah alamat situs yang bisa diakses sedangkan web hosting adalah komputer tempat dimana data-data web kamu ditaruh. Jasa tempat menaruh file inilah yang biasa disebut dengan layanan hosting.

Untuk membuat sebuah situs, tentu kamu butuh keduanya baik itu domain dan web hosting.

Lalu bakal ada pertanyaan lagi seperti ini : terus apa mesti kita membeli domain dan web hosting di tempat yang sama? jawabannya tentu saja tidak. Loh kok bisa ya?

Iya bisa, kamu enggak harus membeli domain dan hosting di tempat yang sama. Masih ingat “nameserver” yang saya sebutkan di atas? jika domain dan web hosting kamu ada di 2 layanan berbeda, maka kamu harus memasukkan “nameserver” web hosting ke setting domainmu.

Saya sendiri membeli domain selalu di penyedia lokal tetapi web hosting nya sendiri saya memakai penyedia dari luar negeri. Dalam hal ini saya memakai rumahweb.com sebagai layanan domain dan hawkhost.com sebagai layanan web hosting.

Memangnya gak ribet kayak gitu? enggak juga sih, saya melakukan 2 hal ini karena sebenarnya jauh lebih murah karena domain yang dibeli dari layanan lokal harganya sedikit miring.

Daripada agak ngawang, saya akan memberikan kamu screenshot bagaimana biasanya setting domain di rumahweb sementara hostingnya di hawkhost. Sebelumnya kamu harus masuk ke Client Zone nya masing-masing layanan domain.

Kalau sudah login, coba cari domain yang baru saja kamu beli. Pada contohnya saya membeli domain prajna.id.

list domain yang saya miliki (contoh)

Klik update Nameservers, defaultnya layanan rumahweb (atau layanan apapun itu) akan memberikan default nameserver mereka sendiri (contohnya ns1.rumahweb.com). Disinilah kamu harus mengupdate nameservernya menjadi nameserver yang diberikan dari jasa web hosting yang kamu pakai.

Pada contoh saya, begini setting nameserver yang diberikan oleh Hawkhost :

mengisi setting nameserver (contoh)

Update nameserver selesai, apakah situsnya sudah online? ternyata belum.

Ibaratnya kamu sudah meneruskan request ke server hawhkost tapi server hawkhostnya sendiri belum mengenali domain apa yang terpasang nameserver hawkhost. Saya anggap ini proses kenalan dengan cara salaman antara domain dan hosting, jadi rumahweb baru menjulurkan 1 tangan untuk salaman sama hawkhost tapi hawkhostnya sendiri belum julurin tangan.

Jadi harus julurin tangannya hawkhost dong? gimana caranya? bener, kamu mesti setting lagi di hawkhost. Cara ini 100% berlaku untuk web hosting selain hawkhost kok.

Sekarang login aja ke web hostingnya, buka Cpanel lalu cari menu “Addon Domain”.

Masukkan domain yang barusan dibeli ke isian “domain” dan abaikan yang lain. Pada beberapa layanan hosting, kamu wajib membubuhkan password untuk domain yang ditambah di Addon (untuk masalah keamanan). Klik create account, maka kamu sudah berhasil mengkoneksikan domain dan hostingnya.

Apakah langsung bisa dipakai? normalnya hal ini butuh propagasi(semacam penyelarasan) selama beberapa jam. Untuk amannya silahkan tunggu saja 4-5 jam kemudian baru boleh deh dipakai web hostingnya untuk install apa saja seperti forum, WordPress, toko online, dll.

Saya punya tips bagaimana memilih domain yang bagus untuk blog kamu. Silahkan baca artikel cara memilih domain yang baik.

Mana penyedia domain yang bagus?

Agak bingung sih ya untuk menjawab pertanyaan ini. Tetapi saya pernah membeli domain dari beberapa situs ini :

  • GoDaddy.com
  • Namecheap.com
  • Rumahweb.com (langganan tercinta :D)
  • Bluehost.com
  • Hawkhost.com (web hosting super andalan saya)
  • Hostgator.com

Sebenarnya dalam membeli domain yang mesti kamu perhatikan hanya 2 hal saja. Pertama, apakah ada diskon saat kamu ingin membeli dan bagaimana perbandingan harganya. Kedua, seberapa responsif ketika kamu menanyakan sesuatu ke Customer Service nya. Sisanya sih semua hampir sama saja kok layanannya.

Tetapi sekalipun begitu, jika kamu memang ada budget untuk seriusan ngeblog sekaligus emang ada credit card/paypal, maka jangan nanggung dan pakai saja hawkhost.com karena saya sendiri tidak pernah ada gangguan di service nya.

Fyi, sebelumnya saya punya sedikit keluhan di penyedia jasa berlambang buaya dan yang berwarna biru (you know yang mana lah). Dan semenjak di hawkhost, hosting saya sejauh ini adem tentram saja.

Konklusi

Bagi saya mengerti hal seperti ini sangat berguna untuk penanganan-penanganan ringan dalam masalah domain dan hosting mengingat saya punya lebih dari 1 blog. Beberapa kali saya pernah mencari masalah yang timbul di web hosting teman dan dengan gampang mendeteksi dimana sumber masalahnya berkat suka obok-obok Web Hosting.

Tetapi kalau kamu rasa hal ini rumit, kamu bisa skip dan bayar orang lain untuk menangani install blog dan masalah-masalah lain terkait Web Hosting. Terkadang menjadi blogger juga tidak butuh ngerti semua hal teknis, yang penting konten kamu oke.

Sumber ide : WPBeginner

Pin It on Pinterest

Shares
Share This