Kamu Harus Tahu 7 Istilah Ini Sebelum Memakai WordPress

Seperti yang kita ketahui, WordPress adalah platform paling populer untuk ngeblog. 27% Web di dunia ini dibangun dari platform WordPress. Kemudahan pemakaian dan kemampuan CMS ini membuat banyak orang yang memakainya.

Walaupun sudah banyak yang pakai, namun masih banyak penggunanya sendiri yang tidak mengerti istilah di WordPress beserta artinya sendiri.

Kenapa?

Ya karena tidak semua pengguna WordPress adalah seorang yang mengerti hal-hal berbau coding atau bukan seorang developer. Kebanyakan mereka adalah seorang awam yang hanya ingin ngeblog atau menjual produknya di Internet.

Perlukah kamu tahu hal-hal seperti ini? mungkin kamu bisa ibaratkan memiliki mobil tetapi tidak tahu bagian-bagian dari mobilnya sendiri. Jika terjadi sesuatu pada mobilmu, dengan pengetahuan yang lebih baik tentang bagian mobil sudah pasti kamu bisa setidaknya mendeteksi di bagian mana yang salah bukan?

Begitupula dengan mengetahui hal-hal tentang WordPress, kamu bisa memperbaiki sesuatu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Walaupun sekarang ini kamu belum memulai blog dengan WordPress, istilah-istilah ini akan sangat membantu di hari yang akan datang. Apalagi jika kamu berurusan dengan developer web, maka istilah ini harus kamu pakai.

Apa saja istilah tersebut?

WordPress Backend/Frontend

Adalah bagian dari antarmuka dimana pembaca atau pengunjung tidak akan bisa mengaksesnya karena seluruh bagian ini disembunyikan. Kamu sebagai administrator tentu saja bisa mengakses bagian ini, yang biasa kita sebut dengan Dashboard.

Kamu juga bisa menambahkan user lain untuk mengakses Dashboard dengan peran yang berbeda-beda seperti editor, writer, guest author, dan subsrciber. Untuk mengakses Backend, biasanya bisa diakses di www.domainkamu.com/wp-login.php. Tetapi terkadang link ini juga diubah untuk alasan keamanan.

Beginilah tampilan backend WordPress :

 

Segala hal untuk blog bisa kamu lakukan di Dashboard seperti membuat post atau page baru, menambahkan plugin, mengganti theme. Jika kamu pernah melakukan salah satunya, berarti kamu berada di backend WordPress.

Antarmuka Dashboard WordPress sangat mudah digunakan, itu juga menjadi alasan mengapa CMS yang paling banyak digunakan di dunia adalah WordPress. Sekali kamu mencobanya, maka kamu tidak akan berpaling ke CMS lainnya.

Lalu sekarang kita akan berbicara tentang frontend

 

Frontend adalah bagian dari website yang terlihat oleh pengunjung. Contohnya ya artikel ini, adalah frontend web blogstuff yang sedang kamu akses.

Frontend ini meliputi layout website, desain, warna, navigasi, sidebar, dll. Blogger mengatur frontend ini lewat pemilihan theme WordPress dan sedikit utak atik di editor temanya.

Ada banyak sekali plugin dan theme yang bisa dengan “powerful” mengatur sebuah frontend WordPress. Tetapi mungkin saya akan bahas itu di lain kesempatan saja ya.

FTP

Walaupun jarang digunakan sekarang, setidaknya kamu bisa menambah pengetahuan tentang File Transfer Protocol atau biasa disingkat FTP. Kenapa jarang digunakan? karena biasanya hosting modern sudah menyediakan installer WordPress di Cpanelnya dan untuk mengupload file cukup lewat cpanel saja.

FTP adalah sebuah data transfer protocol yang memungkinkan 2 komputer atau server bisa bertukar file masing-masing. Jika kamu menginstall sebuah WordPress di hosting, kamu sebenarnya mengupload file-file instalasinya di hosting. FTP memungkinkan kamu untuk mengakses file-file tersebut.

Hosting modern sudah memungkinkan untuk mengupload filenya via Cpanel. Tetapi FTP sebenarnya tetap dibutuhkan jika file yang kamu upload sangat besar plus jika terjadi sesuatu dengan Cpanel, maka FTP adalah salah satu cara mengakses file yang ada di hosting.

Ada banyak sekali software Client FTP baik yang berbayar atau gratis di luar sana seperti :

  • cURL (Free)
  • FireFTP (Free)
  • CrossFTP (Free)
  • SmartFTP
  • Cute FTP
  • Cyberduck

Biasanya kamu membuat akun FTP di dalam Cpanel. Interfacenya biasanya mudah dipahami tetapi juga tergantung dengan jenis clientnya.

MySQL

Orang awam pasti jarang mendengarnya, MySQL adalah Manajemen Basis Data yang sifatnya “open source”. Biasanya penyedia layanan internet dan hosting menggunakannya sebagai database server.

WordPress memakai MySQL untuk menyimpan semua data blog kamu mulai dari posting, page, plugin, user, dll.

Kamu sendiri sebenarnya punya akses ke MySQL lewat Cpanel. Tetapi ingat, jika kamu awam maka jangan mencoba untuk mengutak atik MySQL karena jika terjadi kesalahan maka akan mengubah database dan bisa saja blog kamu tidak jalan sama sekali.

Ketika kamu menginstall WordPress di hosting, biasanya database langsung terbentuk. 99% hal yang kamu lakukan biasanya tidak berurusan langsung dengan MySQL. Saya akan membahasnya di posting yang akan datang.

Permalinks

Adalah alamat permanen untuk setiap post, page, kategori, link download, dan hal lain yang ada di website kamu.

Permalink ini bentuknya adalah Url yang muncul di “Address Bar” dan bisa kamu berikan ke orang lain untuk mengakses halaman tertentu.

Contoh : http://blogstuff.co/review-blogo-aplikasi-ngeblog-yang-cocok-untuk-apple-user

Di WordPress ada beberapa tipe permalink berbeda yang bisa kamu pilih. Beberapa diantaranya :

  • http://example.com/?p=124 (Default)
  • http://example.com/2017/03/04/post-name
  • http://example.com/2017/post-name/

Kamu bisa memilih permalink mana yang akan kamu pakai. Beberapa webmaster memilih kategori muncul di permalink dan beberapa juga tidak. Hal ini terkait dengan teknik SEO yang ingin kamu pakai.

WordPress Plugins

Ini yang sudah sering dibahas di Blogstuff pada beberapa posting. Kamu bisa membacanya pada post apa itu plugin.

Plugin adalah ekstensi yang memungkinkan kamu menambahkan fungsi-fungsi tertentu di WordPress. Untuk pengguna advance, peran plugin sangat vital karena menjadi kunci mau dibawa kemana situs yang dibangun.

Dengan plugin, kamu bahkan bisa membuat situs yang sama sekali berbeda dengan blog. Misalnya membuat situs kursus, toko online, dll.

WordPress Widgets

 

Widget adalah elemen tersendiri yang kamu bisa tambahkan ke sidebar atau footer WordPress.

Widget bisa ditambahkan di backend dan berfungsi untuk menampilkan fitur tertentu atau bahkan iklan. Di Blogger.com, padanan dari widget ini adalah gadget.

Pada prakteknya, ada banyak sekali yang bisa ditambahkan pada Widget mulai dari list artikel terakhir, terpopuler, gambar, dsb. Tetapi 1 hal yang sangat tidak boleh kamu tambahkan di widget yaitu musik.

Seriously, ngapain kamu naruh list musik di widget blog? orang tidak datang ke blogmu untuk dengerin musik selain juga akan menambah “loading time” blognya.

WordPress Themes

Selain plugin, ini adalah istilah yang sangat populer di dunia WordPress.

Theme WordPress sangat mempengaruhi fungsionalitas dan estetika sebuah blog. Seperti halnya plugin, themes juga memegang peranan dalam membuat blogmu dibuka lebih cepat, layout yang cantik, dan bahkan menjadi branding blogmu.

Contohnya blogstuff, saya memilih theme ini karena saya suka layout “personal” walaupun saya membahas tentang teknologi. Hal ini agar pembaca merasa berkomunikasi dengan pemilik blog, dan bukan seperti artikel media kebanyakan.

Kamu bisa mendapatkan Themes secara Free atau juga berbayar. Dari segi layout dan fungsionalitas, tentu saja yang berbayar pasti lebih dari yang Free. Premium Theme biasanya memiliki layout yang sudah pasti lebih cantik dan terkadang menyertakan plugin tertentu.

Berikut ini adalah tempat dimana kamu bisa membeli Premium Theme :

Kesimpulan

Masih ada banyak istilah/term di dunia WordPress selain hal-hal di atas. Saya hanya mengambil beberapa yang penting. Pemakai WordPress pemula atau bahkan kamu yang baru ingin memulai blog setidaknya harus tahu term tersebut.

Istilah mana yang kamu sudah tahu? atau adakah istilah lain yang kamu rasa penting di WordPress selain di atas?

Inspired by : https://www.shoutmeloud.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This