Panduan Adwords #2 : Mengenali Adwords untuk Newbie

Post sebelumnya, saya merasa memperkenalkan Adwords hanya permukaannya. Mungkin kamu jadi cuma mengenal Adwords adalah periklanannya Google , tapi bagaimana sih Adwords bekerja dan apa yang pengiklan lakukan?

Di post ini saya akan menggambarkan bagaimana salah satu fitur Adwords bisa merupakan jalan pintas selain SEO.

Begini, suatu hari saya ingin membeli sebuah mobil keluarga yang pas untuk saya. Tetapi saya bingung mobil apakah yang cocok dengan begitu banyaknya pilihan di internet.

Dengan keadaan yang minim informasi, tentu saya akan membuka Mbah Google untuk mencari mobil pilihan saya.

Baik, sekarang saya akan mengumpulkan kata-kata kunci yang sekiranya akan saya search di Google seperti :

  • Mobil keluarga idaman
  • Mobil keluarga murah
  • Mobil keluarga terbaik
  • Mobil murah keluarga
  • Mobil keluarga terbaik
  • dst..

Yuk mari kita searching salah satu kata kunci, misalnya “Mobil keluarga idaman”. Hasilnya akan seperti ini :

adwords1

Biasanya saya akan melihat peringkat 1-5 Google search dan lihat hasil searching saya tadi. Teratas adalah iklan Adwords, saya masih kebingungan mencari apa mobil terbaik bagi saya.

Hasil search #1 tampaknya menawarkan sebuah “MPV dengan desain menarik dan menawan”. Hmm, patut dicoba apakah mobil ini cocok untuk saya. Jika cocok, mungkin saja saya akan memutuskan untuk membeli.

Saya menyertakan video sederhana pencarian “Toko Bunga” yang dibuat oleh Google sendiri :

Kelebihan dari beriklan di Google ini adalah karena calon pembeli kamu tidaklah random. Mereka memang sudah memiliki intensi untuk melakukan pembelian ataupun memang memiliki sebuah masalah dan ingin dipecahkan lalu hal tersebut bisa berujung melakukan pembelian.

Dimana peran pengetahuan seorang pengiklan? apakah kita taruh begitu saja iklan kita di Google Search?

Tidak, untuk beriklan kamu harus memahami 3 tahap user saat melakukan pencarian :

Memikirkan query

User yang memiliki masalah akan mencari kata-kunci agar bisa mendapatkannya di Google. Mereka akan mencoba berbagai kombinasi “query” di mesin pencari untuk memecahkan masalah mereka. Seperti yang saya kemukakan di awal.

Masalah saya adalah “Apa mobil keluarga idaman terbaik untuk saya?” lalu querynya adalah :

 

  • Mobil keluarga idaman
  • Mobil keluarga murah
  • Mobil keluarga terbaik
  • Mobil murah keluarga
  • Mobil keluarga terbaik
  • dst..

What to do : Di tahap ini kamu harus paham apa saja query yang mungkin dimasukkan oleh user dalam memecahkan masalahnya. Caranya? list semua kata dan riset.

Di posting berikutnya saya akan menjelaskan bagaimana caranya meriset kata-kata untuk disiapkan beriklan di Google karena tidak semua kata itu sering dicari dan memiliki konversi.

Ada frase yang sering dicari, tetapi tipe usernya seringkali tidak berniat membeli..

Ada juga frase yang jarang dicari, tetapi tipe usernya malah langsung membeli dalam sekali pencarian..

Pengetahuan terhadap suatu frase adalah kunci kamu dalam memahami psikologi pencarian seorang user. Hal ini tidak bisa dipelajari hanya dengan teori, kamu harus mencoba dan mencoba.

Melihat hasil pencarian

Seperti yang saya lakukan di awal tadi, user sudah pasti melirik peringkat 1-5 di halaman pertama Google.

Peringkat #1 – #5 belum tentu artikel, bisa saja semuanya adalah iklan (punya kompetitor juga termasuk) dan tentu peringkat tidak menjamin kamu akan diklik oleh user. Bagaimana memastikan bahwa iklan kamulah yang akan diklik oleh user?

What to do : Seorang pengiklan Adwords harus memiliki seni copywriting yang tinggi. Why? karena Adwords membatasi karakter untuk beriklan. Ya memang diberikan beberapa baris, tetapi kamu hanya bisa mengisinya dengan maksimal 30 karakter.

Dengan maksimal 30 karakter tadi, kamu harus bisa “memaksa” user untuk melakukan klik, ketimbang mengklik situs atau iklan lain.

Copywriting yang tepat bukan hanya yang dahsyat dan megah tetapi juga memang relevan dengan halaman situs yang kamu iklankan. Karena hal ini juga akan mempengaruhi peringkat iklan di Google.

So..ini juga nanti ada ilmunya..

Closing di Landing Page

http://neilpatel.com

http://neilpatel.com

Setelah user mengklik iklannya, mereka akan masuk ke halaman penjualan kamu. Disinilah tantangan besarnya karena jika kamu berhasil memecahkan masalah user yang dicarinya via Google, maka hasilnya adalah closing(user melakukan pembelian produk)

Bukan cuma di kata-kata iklan, untuk beberapa kasus kamu harus berhasil menghipnotis user untuk membeli sesuatu untuk memecahkan masalahnya. Bagaimana caranya? jelas copywriting lagi.

Sebaliknya, jika kamu gagal memenuhi ekspektasi user, bahkan user kecewa dengan kata-kata di iklan tidak sesuai dengan halaman situs kamu, sudah pasti user akan kabur dan menutup dengan cepat situs kamu.

What to do : Relevansi situs iklan adalah hal krusial. Google punya sebuah algoritma yang menakar apakah iklan kamu sesuai dengan kata kunci yang kamu incar, plus apakah kata-kata iklannya juga relevan dengan halaman situsnya.

Ada larangan-larangan yang patut diperhatikan dalam membuat sebuah halaman situs. Google sangat ketat dalam hal ini karena dikenal sangat memperhatikan pengalaman user dalam melakukan pencarian. Alias jika user tidak menemukan jawaban dalam sekali klik, Google pasti mengkick iklannya ke posisi bawah.

Konklusi

Rumusnya adalah :

Query yang tepat + Copywriting Iklan yang menarik + Landing Page relevan = Winning Campaign

Tidak banyak yang bermain di Google Adwords karena mungkin mereka kira periklanan Adwords rumit.

Memang di 3 tahap tadi, ada banyak hal yang bisa dijabarkan . Perhitungan Adwords dan kombinasi trik iklannya sejujurnya belum saya kuasai semua. Walau begitu saya berhasil mendapatkan 8 digit pertama pendapatan Internet Marketing saya dengan Adwords.

Beriklan Adwords memang rumit, tapi tidak sesusah membuat pesawat terbang.

Percayalah…

Pin It on Pinterest

Shares
Share This