Kisah Pesan Tiket Kemana pun Sambil Tiduran di Jaman Now

Saya kadang merasa bersyukur menjadi bagian dari era 90an, karena itu berarti saya pernah hidup di jaman sebelum internet, semasa internet mulai berkembang, dan akhirnya booming di hari ini.

Menarik untuk diingat bagaimana hal-hal bisa jauh berbeda dari ketiga jaman tersebut karena sudah pasti Internet benar-benar mendisrupsi cara-cara lama di era sebelumnya.

Masa kuliah adalah waktu di saat pertama kalinya saya mencoba menggunakan pesawat (Jakarta-Bali). Saat itu membeli tiket di pesawat harus datang ke agen dan harganya juga kadang untung-untungan, kadang murah kadang mahal. Oleh karena ketidakpastian harga, seringnya saya selalu memakai jasa titip gratis alias minta tolong dibelikan kalau ada teman yang sedang beli tiket juga, hehehe.

Ada lagi yang lebih bikin deg-deg ser. Senior saya seringnya membeli tiket di hari H langsung di Bandara. Pada suatu hari menjelang Idul Fitri, konon katanya ia mendapatkan tiket dengan harga sangat miring di Bandara. Cuma, beberapa kali juga dia kena zonk alias harga tiket pesawatnya mahal.

Lalu apa yang dilakukan oleh senior saya kalau zonk? dia tidak jadi pulang, balik ke kos, lalu hibernasi sampai lebaran berlalu….

Titip menitip ini terus berlangsung sampai saya menyelesaikan kuliah. Terkadang juga membeli tiket kembali ke Jakarta jauh lebih rumit dari tiket pulang. Bagaimana tidak, walaupun berasal dari Bali tetapi saya tinggal di Bali Utara yang rasanya jumlah agen tiketnya cuma 1 se Kabupaten. Alhasil saya lagi-lagi harus pakai jasa titip gratis ke teman yang tinggalnya ada di Bali Selatan (Denpasar dan sekitarnya)

derita kids jaman old

Saya kira urusan terbang-terbangan akan berakhir saat bekerja karena saya ingin balik pulang ke Bali, eh ternyata justru akan tambah sering karena saya harus ditempatkan kerja di Nusa Tenggara Timur di awal 2011. Jadilah saya harus bolak balik lagi Kupang – Denpasar dan drama mencari tiket tetap menjadi langganan saya.

Jaman Telah Berubah!

Di awal 2011, cara mencari tiket memang sudah sedikit berubah. Setiap maskapai biasanya sudah memiliki website masing-masing, kita tinggal membuka website nya lalu memilih tanggal yang diinginkan.

Belum lagi para agen tiket online yang membuat semakin semarak bisnis penjualan tiket. Jadi ada beberapa pilihan saat itu : saya bisa membeli ke agen tiket online, bisa membeli di website maskapainya, atau bisa tetap memakai cara lama yaitu datang ke kantor maskapainya langsung.

Teknologi itu memang sihir, siapa sangka hal-hal yang jaman dulu cuma pepesan kosong sekarang malah benar-benar ada. Di era 2014 ke atas saya merasakan sihir teknologi benar adanya di dunia traveling.

Semenjak 2014 mungkin perjalanan yang saya lakukan lebih dari 10 kali dalam setahun. Saya masih bolak balik Kupang – Denpasar, selain itu juga sering ke Jakarta karena mantan pacar saya (sekarang udah istri) 2 tahun bekerja di sebuah LSM disana.

Saya tidak membayangkan betapa repotnya setiap memesan tiket pesawat dengan membuka halaman website maskapai yang kadang harus dibuka di PC atau laptop, atau mencari agen tiket online, bahkan datang ke kantor Maskapainya langsung. Jelas repot karena saya sekarang dalam keadaan bekerja dan bukan mahasiswa lagi seperti saat di Jakarta.

Dan semua berubah saat Negara Api Traveloka datang…

Praktis di tahun tersebut, saya mencoba membeli tiket memakai Traveloka. Dengan memiliki Internet Banking, membandingkan tiket pesawat lalu membelinya di Traveloka kadang tenaganya bahkan gak lebih besar dari membuat mie goreng instan.

Saya tidak berlebihan, membandingkan tiket di Traveloka sering saya lakukan sambil leyeh-leyeh sepulang kerja. Semua akivitas pemesanan tiket jadi bisa dilakukan tanpa bergerak sedikitpun dari kasur.

Traveloka sangat detail dalam mencarikan tiket pesawat.

Dulu waktu memakai jasa titip tiket ke teman, effort yang teman saya lakukan pasti capek juga ya karena mesti nanya dan bandingkan harga tiket pesawat (baru sadar kejam sama temen)

Itu cerita lama, fitur Best Price Finder Traveloka itu lebih canggih dari temen untuk ngebandingin harganya. Karena ketika kamu mencari tiket di hari tertentu kamu bisa lebih detail melakukan komparasi dengan menu Sort, Filter, atau bisa juga membandingkan dengan hari lain.

Sort By

Adalah mengurutkan tiket pesawat berdasarkan urutan tertentu yang kamu pilih. Pilihannya meliputi :

a. Lowest Price – Alias Harga Terendah

Traveler sekarang sih mencari harga semurah-murahnya untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya kan ya, jadi menu ini ditaruh paling atas mungkin karena sudah pasti kebanyakan pasti akan memakai pengurutan jenis ini..

b. Earliest – Latest Departure

Fitur ini yang sering saya pakai karena mengingat traveling butuh perencanaan yang sangat matang, maka saya harus tahu banget jam berapa penerbangan paling awal dan penerbangan paling terakhir. Biasa, traveling yang hemat kan harus nyambung-nyambung pesawat dengan maskapai berbeda, maka dari itu wajib hukumnya tahu waktu dan harga terbaik.

c. Earliest – Latest Arrival

Selain perencanaan pergi yang matang, saya perlu juga perencanaan pulang yang matang. Maklum, masih karyawan kantoran yang fakir cuti jadi harus di pas-pasin datangnya ke kantor. Fitur ini membantu saya untuk mempaskan waktu penerbangan agar bisa kembali bekerja di hari yang ditentukan dong đŸ˜€

d. Shortest Duration

Males pake transit dan mau yang direct flight? maka urutkan berdasarkan durasi tersingkat. Ingat : waktu adalah uang, maka dari itu kamu harus mencari yang paling cepet nyampe ke tujuan.

Filter

Di menu ini kamu bisa memfilter penerbangan sesuai yang kamu inginkan. Sama dengan alasan sebelumnya, untuk traveling kamu butuh perencanaan yang sangat matang.

Dengan fitur filter, kamu bisa benar-benar mencari penerbangan dengan seleksi berapa kali transit, jam keberangkatan, jam kedatangan, maskapai yang diinginkan, dan harga yang kamu bisa bayarkan (ini penting banget untuk backpacker, hehehe)

Change Date

Saat list penerbangan di hari yang kamu maksud keluar, kamu tidak perlu kembali ke menu awal jika ingin melihat penerbangannya di hari H-1 atau H+1. Semua bisa langsung dicari dengan menu Change Date loh..

Beberapa hari lalu saya dikabari harus melakukan dinas ke perbatasan Indonesia dan Timor Leste yaitu kota Atambua. Ini dadakan banget dan tiket belum dibeli sama sekali. Saya bisa aja sih ke Atambua dengan jasa mobil travel tetapi jaraknya gak deket dan butuh 8 jam kesana (dengan pesawat hanya 30 menit)

Jadi daripada mengorbankan pinggang untuk duduk 8 jam, saya lebih baik rebahan dan memesan tiket pesawat via Traveloka dong :

Voila, tiket saya udah terpesan dan saya siap berangkat deh ke Kota Atambua. Walaupun waktunya dadakan, dengan cuma santai megang handphone saya sudah siap berangkat menuju tempat tujuan.

Senang sekali rasanya kids jaman now memakai Traveloka karena pasti kids jaman now lebih mantap lagi mobilitasnya memakai aplikasi Traveloka. Saya juga pernah jadi bisa menjelajah Asia Tenggara dengan Traveloka, kamu kapan?

Pin It on Pinterest

Shares
Share This