Apa itu Google AMP dan Bagaimana Install AMP Untuk Mempercepat Blog

source : chomeplex

Banyak data yang menunjukkan para pengguna Internet lebih banyak berselancar dengan mobile browser daripada desktop browser. Saya sendiri akhirnya mengamini data tersebut setelah laporan Adwords untuk 3 blog saya secara telak memberitahu bahwa pengakses situs saya kebanyakan dari mobile, menarik bukan?

data Adwords pribadi per September 2017

Jumlah pengakses dari Mobile phones lebih besar dari 90%. Artinya, saya harus memakai theme yang mobile friendly dan itu sudah saya lakukan.

Untuk sekarang, saya sudah menggunakan DIVI theme yang merupakan salah satu landing page builder terbaik di internet (jika sempat akan saya bahas). Theme ini support responsive theme dan sangat nyaman dibuka di perangkat apa saja.

Google merasa mungkin responsive theme belum cukup, bagaimana dengan masalah koneksi internet yang lambat di Negara yang rata-rata koneksinya belum merata dan kurang kencang?

Dasar itulah yang membuat Google menelurkan proyek Accelerated Mobile Page (AMP). Ini adalah sebuah proyek open source yang diinisiasi Google pada Oktober 2015 dengan tujuan membangun website yang lebih baik diakses di mobile.

Lebih baik disini berarti loading time nya jauh lebih cepat. Memang proyek ini tidak semua orang bisa menerimanya. Di lain kesempatan, saya akan membahas kenapa Google AMP dikatakan hanya tentang keuntungan Google dan bukan kecepatan situs.

kecepatan teknologi AMP

Peluangnya di Indonesia

Di luar itu, AMP adalah peluang yang sangat bagus untuk negara seperti Indonesia. Penetrasi Internet dari tahun ke tahun semakin besar.

Akses internet lama kelamaan tidak hanya menjadi konsumsi orang kota, tetapi saya yakin early adopter internet akan membludak berada di desa . Hanya, orang desa tentu tidak bisa membuka website dari smartphone nya dengan cepat. Maklum, pemerataan koneksi internet yang kencang masih terkendala di negara kita.

Tapi tunggu, dengan masalah ini tentu Google AMP adalah salah satu cara agar para early adopter ini bisa mengkonsumsi halaman web kita. Artinya apa? produk yang kamu jual itu bisa menjangkau orang-orang ini, yang berarti pasar sebenarnya malah menjadi sangat luas kan.

Bagaimana cara memakai AMP?

Kamu bisa membaca lengkapnya di link ini, apalagi jika kamu developer maka wajib baca halaman tersebut.

Kalau blogger? tidak usah terlalu detail tahu tetek bengek codingnya. Yang cukup kamu tahu adalah bagaimana AMP akan menguntungkan bagi situsmu.

Oke, kira-kira kalau ini arahnya ke WordPress, apa yang kira-kira terpikir pertama kali? coba apa?

Memakai Plugin AMP

Yap, kita harus memakai plugin AMP di WordPress. Saya beberapa kali mencoba memakai plugin AMP mengingat ada beberapa pilihan. Walaupun nanti AMP, saya tidak mau pengalaman menjelajah blogstuff menjadi terganggu karena versi AMP yang kurang bagus.

Pada akhirnya saya memakai sebuah plugin yang cukup oke dipadukan dengan theme divi. Biasanya, beberapa theme lain malah gagal membuat versi AMP dari halaman page memakai DIVI.

Daripada penasaran, beginilah tampilan blogstuff.co versi AMP :

Jika kamu pengen melihat langsung, silahkan kunjungi http://blogstuff.co/amp

Bisa dibilang AMP adalah versi ultra light dari sebuah website. Rerata kamu hanya meloading sekitar 3-5 detik untuk membuka situs AMP. Cuma memang banyak plugin yang seharusnya berjalan jadi tidak berjalan di sebuah AMP.

Contohnya adalah form subscribe yang saya taruh di bawah artikel, tampilannya malah tanpa form dan malah menampilkan pesan terima kasih.

malah jadi begini

Saya belum cek apa lagi yang terpengaruh oleh AMP, jadi mungkin saya akan update kalau-kalau ada fungsi yang tidak berjalan lainnya.

Cara setting blog agar memiliki versi AMP hanya menginstall 1 plugin ini.

Instalasi Plugin AMP

Dari sekian banyak plugin di WordPress, hanya plugin AMP for WP – Accelerated Mobile Pages for WordPress yang paling bagus karena beberapa malah tidak bisa mengubah sebuah page menjadi versi AMP.

 

pastikan plugin ini diinstall

Untuk aktivasi plugin seperti biasa, namun ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam memakai plugin AMP

  • Kamu sudah merelakan beberapa fungsi tidak akan muncul, AMP benar-benar tampilan ringan sebuah situs dengan konten gambar dan text, gak lebih. Tetapi tidak perlu khawatir karena versi AMP hanya muncul jika koneksinya terdeteksi sangat lemot.
  • Menu AMP akan menampilkan semua page yang ada di blog kamu, maka dari itu harus membuat menu AMP dengan cara masuk ke Appearance – Menus lalu tambahkan menu dengan tipe AMP

Kesimpulan

Fitur AMP sudah banyak digunakan oleh situs berita, jika kamu sadar dalam beberapa kali melakukan browsing sebenarnya kamu sudah diarahkan ke situs AMP.

Yang saya penasaran adalah apakah fitur AMP berperan signifikan terhadap niat pengguna untuk membeli sesuatu? saya sempat menanyakan ini langsung ke staf Google dan mereka menyarankan untuk membuat percobaan pada iklan Google yang sedang berjalan. Buat sebuah halaman AMP untuk menjual sesuatu dan bandingkan dengan halaman yang biasa.

Hmmm, mungkin lain kali saya akan mencoba dan memberikan hasilnya.

Dapatkan strategi
blogging dan marketing terbaik..

Saya selalu membuat konten terbaik tentang blogging dan teknis internet marketing, itu alasan kenapa kamu harus berlangganan situs ini

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest