Cara Cek Akun FB Anda Aman (Bukan HOAX) dan Peraturan FB Yang Kamu Tidak Tahu!

Bocornya data Facebook ke pihak ketiga membuat banyak orang berang. Bagaimana tidak, Facebook mengatakan bahwa sekitar 50 juta data penggunanya diambil oleh Cambridge Analytica.

Seluruh dunia kalang kabut, merasa bahwa Facebook gagal melindungi data penggunanya. Setiap berita yang menghebohkan, sudah pasti akan dibumbui hoax-hoax yang gak penting.

Tak terkecuali di Indonesia, sebuah Hoax mengatakan bahwa untuk mengetahui apakah data kita aman atau tidak, kita harus memberikan komen “BFF” karena konon katanya Mark Zuckeberg menemukan cara ini. Saya langsung berpikir, dulu Mark belajar Computer Science di Harvard tapi metode mengecek kebocoran datanya dengan menemukan kata “BFF” saja di kolom komentar? sungguh luar biasa pikir saya 😛

Hoax ini banyak disebarkan di sosial media dan saya pantau banyak juga yang memberikan komentar “BFF” dan berharap muncul warna hijau karena katanya warna tersebut adalah bukti akun Facebook anda dilindungi, hmmmm…

Saya sebenarnya enggak terlalu ngerti apa tujuan pembuat berita bohong seperti ini, karena biasanya yang punya tujuan akan menyertakan link untuk menyisipkan malware atau melakukan phising. Tetapi berita bohong ini sama sekali tidak dalam 2 kategori tersebut.

Well, saya cukup terganggu karena sudah melihat beberapa orang berinisiatif mensharenya dengan tujuan memberikan informasi ke orang lain untuk jaga-jaga.

Bukannya apa, jika berita begini banyak orang percaya dan menganggap biasa aja, berikutnya jika si “produsen hoax” menyebar malware atau link phising maka orang-orang tak berdosa ini akan habis-habisan jadi target.

Saya sampai membuat status seperti ini di Facebook untuk menunjukkan kepedulian saya pada teman-teman Facebook.

Selang beberapa waktu, hoax ini mulai hilang seiring media mengutip pernyataan langsung dari Facebok tentang cara yang sebenarnya. Sampai pagi hari ini saya melihat lagi status ini nongkrong di sebuah forum.

Ternyata Hoaxnya sudah cukup berkembang. Dari yang semula tentang ketik “BFF” saja sampai tentang berita Facebook ditutup dengan kalimat “Selamat jalan FACEBOOK”.

Kata “sudah” dan “akan” padahal jelas berbeda, “Facebook sudah ditutup di Indonesia” berbeda dengan “Facebook akan ditutup di Indonesia” bukan?

Tetapi jika dilihat dari kata-kata si penyebar HOAX, pernyataan Facebook ditutup ini dibuat untuk mendukung ketik “BFF” di kolom komentar. Premisnya seperti ini : untuk menghidupkan akun FB anda selamanya maka ketik “BFF”, kalau tidak aman maka segera ganti password.

Sampai disini saya tetap belum mengerti tujuan si pembuat HOAX. Kalau saya pribadi memilih sisi hitam, maka akan saya tambahkan “ganti password anda di link ini : fbindonesia.com/gantipass” dan link tersebut saya arahkan ke halaman download malware atau isi username dan password palsu 😀

Lalu sebenarnya gimana sih cara cek keamanan akun kita?

Lupakan “BFF” dan semacamnya, Facebook sendiri sebenarnya sudah memberikan cara sederhana untuk mengecek.

Perlu diketahui bahwa Cambridge Analytica mengambil data pengguna dari aplikasi “This Is Your Digital Life”. Jadi bagi yang pernah merasa memakai aplikasi itu di Facebook, pasrahlah karena data anda sudah bocor.

Bagaimana bagi yang lupa pernah pakai atau tidak?

Seperti yang saya katakan di awal, Facebook sendiri sudah memberikan link untuk mengeceknya. Silahkan cek di link ini : https://www.facebook.com/help/1873665312923476?helpref=search&sr=1&query=cambridge&hc_location=ufi

Pada link tersebut, kamu akan diberitahu apakah akunnya pernah memakai aplikasi tersebut, begini keterangannya :

source : mashable.com

Gampang kan? saking gampangnya, saya ingin memberitahukan link ini di post HOAX tersebut agar tidak banyak lagi yang komen “BFF”, begini hasilnya :

Padahal saya sudah memberikan link yang benar, tetapi masih aja pada ketik “BFF”, akhirnya hanya bisa…

Ternyata usaha mengcounter berita palsu hanya akan berhasil jika orang-orang mau berpikir kritis, kalau masih suka menelan mentah-mentah maka siap-siap jadi korban berikutnya.

Masalah berikutnya adalah begini, pada beberapa kali Mark Zuckeberg mengatakan bahwa data-data pengguna Facebook dikoleksi oleh mereka untuk kepentingan Facebook Ads. Lalu pasti bakal ada yang bertanya..

Lho emang boleh ya data kita dipakai oleh mereka untuk keuntungan mereka? data kita kan rahasia banget?

Kebanyakan dari kita pasti enggak pernah melihat Privacy Policy sebuah layanan digital. Data kita boleh dikumpulkan dan dipergunakan selama pengguna sendiri menyetujuinya.

“Apaan, saya gak pernah menyetujui tuh data-data Facebook dipakai”

Yakin? coba lihat 2 main point ini yang saya ambil dari Privacy Policy-nya Facebook :

source : https://www.facebook.com/full_data_use_policy

source : https://www.facebook.com/full_data_use_policy

Intinya sih begini, jika kamu sudah membuat akun di Facebook dan memakainya, maka kamu harus merelakan data apapun di Facebook yang sudah kamu berikan boleh dikoleksi untuk kepentingan pengembangan layanan (termasuk iklan).

Tidak setuju? yaudah tidak usah punya Facebook atau delete saja akunnya sekarang jika sudah terlanjur dibuat.

Jadi jelas kan? data yang dikumpulkan Facebook adalah legal tetapi mengambil data pengguna diam-diam itu adalah hal ilegal yang dilakukan Cambridge Analytica akibat kecerobohan Facebook.

Terus apa yang perlu kamu lakukan untuk mengamankan akun di kemudian hari?

Ketik “Amien” di kolom komentar agar server Facebook mendeteksi kata tersebut lalu memasang otomatis Firewall tercanggih agar akunmu aman.

Pin It on Pinterest