Panduan Lengkap Cara Membuat Situs Web Dari 0 Dengan Berbagai Cara

Berita Teknologi, Kumpulan Review

Oke, ini sudah 2020 dan masih ada yang belum tahu bagaimana cara membuat situs web? tidak apa-apa, saya akan menjelaskannya dengan lengkap di artikel ini.

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa membuat situs/web hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang informasi teknologi (IT), nyatanya tidak begitu kok.

Tetapi memang ada juga orang yang ingin membuat situs web bukan dari Content Management System (CMS) dan ingin mengetahui bagaimana sih cara memprogramnya dari 0.

Posting ini bukanlah panduan membuat website dari 0 sampai jadi tetapi saya akan membahas semua jalan untuk membuat website agar kamu memiliki wawasan yang lumayan banyak dan tahu jalan mana yang akan kamu pilih menjadi jalan ninjamu..

Yuk mari kita mulai

Membuat Situs Web Dengan Coding

Coding hanya untuk anak IPA? tidak, coding untuk semua orang dan siapapun bisa mahir. Salah satu tipe coder yang masih akan tetap dibutuhkan di masa depan ialah pemrogram website.

Ini adalah cara membuat situs web dimana kamu harus melalui jalan yang panjang belajar satu demi satu yang dibutuhkan untuk membuat situs tetapi pada akhirnya kamu akan memiliki jalur karir antara menjadi Web Designer atau Web Developer.

Memang apa yang dimaksud dengan jalan panjang tadi?

Belajar bahasa pemrograman web

Yup, kamu harus belajar bahasa pemrograman web dari dasar banget agar mengetahui bagaimana filosofi mengkode sebuah website. Semua harus dimulai dari 0 juga bukan? tetapi bukan berarti nanti kamu harus membuat sebuah website dari 0, ini hanya bahasa-bahasa dasar yang harus dipahami cara pemakaiannya. Berikut bahasa yang mesti kamu pelajari dan kuasai.

Hyper Text Markup Language (HTML)

Sebuah bahasa yang menggambarkan bagaimana struktur sebuah web. Artinya begini, jika anatomi tubuh manusia terdiri dari kepala, leher, badan, tangan, dan kaki, maka begitu pula website yang memiliki bagian kepala (head), badan (body), dan kaki (footer).

cara membuat website dari 0
source : https://www.tahirtaous.com/

Bahasa markup ini berisi elemen-elemen yang yang nantinya akan peramban terjemahkan secara visual. Dari tingkat kesulitan, bahasa ini tidak terlalu susah dan cocok untuk pemula tetapi HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman website.

Cascading Style Sheet (CSS)

Lanjut ke Cascading Style Sheet, yaitu sebuah bahasa yang menggambarkan bagaimana sebuah element HTML bisa tampil. Ini memang agak susah dituliskan, tetapi coba bayangkan saja seperti ini.

cara membuat situs web
source : https://developer.mozilla.org/

HTML adalah bahasa yang bisa membuat elemen form nama, jadi ketika kamu memanggil elemen form nama maka form ini akan muncul di website. Tetapi, form ini ukurannya standar dan tidak bisa kamu ubah panjangnya, warnanya, dan bahkan jika dilihat di handphone malah jelek.

cara membuat situs web
bisa bagus begini formnya, source : https://uicookies.com/

Oke, disinilah porsi CSS yang bertugas untuk mempermak element form nama default yang kamu buat. Kamu sekarang bisa menentukan panjangnya, warnanya, font dari isiannya, bahkan bisa mengatur bagaimana form ini terlihat di banyak device.

Semoga penjelasan tadi membuat kamu paham, hehehe.

Javascript

Ini adalah bahasa pemrograman yang bisa dipakai di HTML. Perbedaan diantara yang lain adalah Javascript bisa dipakai untuk urusan kalkulasi dan mengatur apa yang harus dikeluarkan pada elemen.

Agak susah membayangkan jika tidak langsung mencobanya. Tetapi jika kamu pernah mengkalkulasi otomatis pada sebuah form, kemungkinan bahasa yang turut andil disana adalah Javascript.

Personal Hypertext Processor (PHP)

Bahasa yang banyak dipakai untuk membuat website dan dipilih oleh banyak pemula programmer website. Code PHP bisa berjalan di server, hanya bisa menangani fungsi, dan tidak mengatur tampilan website tetapi hanya berhubungan dengan kalkulasi dan memproses basis data.

Bahasa Pemrograman Lain

Ada banyak bahasa pemrograman lain seperti Ruby, Python, atau ASP.NET yang bisa dikuasai untuk membuat website. Setiap bahasa punya kelebihannya masing-masing dan kadang yang menjadi pertimbangan bagi programmernya sendiri adalah kemudahan menulis kode, contoh python yang tidak perlu diakhiri “;” untuk menyelesaikan sebuah kode karena kehilangan 1 kode itu saja akan membuat frustasi programmer di PHP.

Tempat Belajar Pemrograman

Bersyukurlah hidup di era internet sekarang karena pemrograman bisa dipelajari dimana saja dari yang gratis sampai yang berbayar. Dulu, saya sampai kursus khusus PHP offline agar bisa programming skripsi karena sumbernya terbatas di internet dan selain koneksi juga belum semurah dan sekencang sekarang.

Berikut ini website-website yang memberikan pelajaran programming website gratis

Belajar memakai framework untuk web

Oke, setelah belajar coding dari 0 untuk membuat website maka yang seharusnya kamu kuasai adalah bagaimana memakai framework agar bisa lebih cepat membangun sebuah website.

Model View Controller (MVC) adalah salah satu konsep yang harus dikuasai jika kamu ingin memakai framework website seperti Yii, CodeIgniter, Laravel, Django, dll. Konsep MVC ini secara sederhana adalah sebuah konsep pemrograman berorientasi objek.

Dengan memakai konsep ini maka coding jauh lebih mudah ketika dikerjakan secara tim dan jika codingnya diambil alih orang lain maka programmer yang baru juga tidak akan bingung dengan strukturnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep MVC, kamu bisa menonton video di bawah ini :

Harus diingat dalam mempelajari sebuah framework harus sesuai dengan dasar bahasa pemrograman yang dipakai oleh framework itu sendiri.

Contohnya Ruby on Rail yang memiliki dasar bahasa Ruby, Django dengan Python, atau Laravel dengan PHP. Silahkan pilih salah satu saja untuk dipelajari agar kamu bisa lebih fokus untuk mengembangkan sebuah website.

Jika ingin lebih detail lagi, silahkan cari kekurangan dan kelebihan masing-masing framework dengan riset melalui mesin pencari.

Membuat Situs Web Dari 0 Dengan CMS

Cukup pusing dengan membuat web dari 0? kamu bisa loncat langsung mempelajari framework dan sekalian belajar sebuah bahasa pemrograman (walaupun saya sarankan mempelajari bahasa pemrograman terlebih dahulu)

COBA BACA INI :  Event #Google4ID Dari Job Search Sampai Handphone Rp.99.000

Tetapi, baik mempelajari programming dari 0 atau langsung memakai framework biasanya memang tidak bisa dengan instan membuat sebuah website.

Banyak orang yang ingin membuat website dalam hitungan menit dan melihat hasilnya secara instan. Mungkin kamu ingin sesegera mungkin membuat website karena ingin menjual sesuatu atau membuat portofolio diri yang ingin diperlihatkan ke orang-orang.

via GIPHY

Nah, ada cara lain selain programming dari 0 atau memakai framework. Inilah yang kita akan bahas yaitu dengan Content Management System (CMS). Singkatnya CMS adalah sebuah paket software yang bisa kamu install di hosting dan nantinya bisa kamu pergunakan untuk mengorganisir sebuah website.

Pernah dengar jargon “membuat sebuah website lebih gampang dari memasak mie instan?”. Dengan cara ini memang sangat bisa dilakukan. Berikut ini CMS yang sangat terkenal di dunia internet dan saya sendiri pakai untuk membangun website blogstuff.

WordPress

Tidak perlu saya terangkan lebih banyak lagi, CMS ini adalah yang terbanyak dipakai di dunia. Kemudahan memakainya dan banyaknya dukungan plugin CMS ini membuat komunitasnya sangat besar di dunia.

Kamu bisa menyimak artikel saya lebih komplit tentang mengapa kamu harus memakai WordPress dalam membuat website. Menurut saya belum ada CMS yang lebih handal dari WordPress. Bahkan banyak sekali hosting yang menyediakan paket khusus WordPress.

CMS ini memang terkenal banyak dipakai untuk blogging walaupun pada prakteknya WordPress tidak hanya bisa dipakai untuk membuat blog tetapi juga website (bahkan dengan fungsi-fungsi website yang rumit)

WordPress bisa membuat apa saja karena fungsinya bisa diperluas lebih dari sekedar blog dengan tambahan-tambahan plugin.

Lihat video di bawah ini untuk instalasi WordPress dari 0.

Apakah wordpress itu yang mendaftar di WordPress.com?

Bukan, ini adalah pertanyaan yang berulang-ulang ditanyakan dan saya sudah sempat buatkan infografis untuk mengetahui perbedaan lebih jelas tentang WordPress.org dan WordPress.com

Joomla

Salah satu CMS yang bertahan dari 2005 dan juga merupakan favorit banyak orang (saya bukan salah satunya)

Joomla sangat mudah digunakan dan instalasinya juga banyak didukung oleh hosting. Jika WordPress punya plugin untuk memperkuat website yang kita buat untuk memiliki fungsi tertentu, maka Joomla punya ekstensi yang bisa ditambahkan.

Joomla cukup gampang dipelajari dan percaya tidak percaya sering sekali dipakai untuk membuat proyek web pemerintah yang bernilai milyaran. Banyak yang tidak terlalu tahu bahwa harga website yang milyaran tidak sepantasnya memakai Joomla tetapi sudah harus deploy dari 0.

Saya pribadi sih tidak terlalu menyukai Joomla karena Joomla nampak lebih rumit dibandingkan WordPress. Selain itu SEO di Joomla juga tidak didukung plugin-plugin yang sebagus di WordPress. jadi pilihan saya tetap WordPress.

WIX

Ini dia saingan WordPress yang sempat mengalami cekcok langsung dengan WordPress akibat founder WordPress yang menuduh Wix mengambil beberapa baris codenya (intinya plagiasi WordPress)

Apakah Wix sebuah CMS? ya, dengan skema berbeda dengan WordPress.

Jika di WordPress kamu harus menginstall CMS nya di hosting, maka di WIX kamu tidak perlu melakukannya. Tetapi sebagai gantinya kamu harus membayar jika ingin memakai domain komersial.

Wix adalah CMS yang sangat mementingkan pengalaman pengguna. Di Wix kamu tidak akan banyak dipusingkan oleh hal-hal seperti plugin dan editor PHP karena kamu akan disuguhkan tampilan yang lebih banyak drag and drop.

Intinya WIX tidak terlalu banyak menyediakan pilihan kustomisasi, hanya klak klik kamu bisa membuat sebuah website yang cantik secara visual. Sangat cocok bagi pengguna yang benar-benar tidak mau pusing masalah utak atik kode atau coba-coba plugin sebagai fungsi.

CMS Lainnya

Itu saja CMSnya? tidak, ada banyak sekali CMS dengan tujuan masing-masing, tidak cukup 1 posting ini untuk membahas semua CMS yang ada. berikut adalah CMS lain yang ada :

  • Squarespace, tidak ada fungsi khusus
  • Drupal, tidak ada fungsi khusus
  • OpenCart, untuk membuat e-commerce
  • pH7, membuat situs kencan
  • Prestashop, untuk membuat e-commerce
  • Jika ingin lihat puluhan CMS lainnya, cek di halaman Wikipedia ini

Kesimpulan

Wah ternyata banyak ya cara membuat website, dari yang simple sampai yang rumit juga ada. Saya pakai yang mana nih? tergantung dengan kebutuhan kamu saja sih.

Jika kamu ada keinginan menjadi programmer dan ingin mencari kerjaan freelance coding atau ingin bergabung dengan sebuah perusahaan teknologi. Sangat disarankan untuk belajar coding dari 0 dan memahami framework sesuai bahasa pemrograman yang ingin dipelajari.

Skill tersebut akan sangat berguna ketika melamar pekerjaan atau melakukan bidding freelancer project di internet. Ingat, coding untuk siapa saja dan bukan hanya untuk yang kuliahnya IT. Kenyataannya ada banyak sekali software engineer yang belajar otodidak lalu menjadi expert karena banyak melatih skill codingnya.

Berikutnya, jika kamu lebih ke tidak memakai skill coding untuk mencari pekerjaan tetapi ingin membuat sebuah website sebagai penunjang bisnis atau membuat sebuah halaman pribadi, maka CMS adalah jawabannya.

Tetapi kadang-kadang menguasai CMS untuk website itu sering membuat kita lupa untuk memfokuskan diri hanya di 1 CMS. Saran saya sih WordPress karena Digital Marketer sebagian besar memakai WordPress. Walau begitu, kamu bisa memilih CMS lain jika kamu rasa CMS tersebut lebih familiar.

Bagaimana? siap membuat website dari 0? tinggalkan pendapat kamu di kolom komentar.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau ebook GRATIS? yuk SUBSCRIBE!

Dapatkan ebook gratis "Cara Memulai Belajar Wordpress dan SEO" dengan subscribe situs blogstuff. Saya tidak akan mengirimkan spam tetapi hanya info-info berkualitas tentang tutorial teknologi. 

 

Terima Kasih! eBook telah dikirimkan ke email anda!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This